Bonus Deposit 50%

Selamat Datang di Mabes303, Mabesnya Situs Judi Online Indonesia, Dapatkan Bonus Mabes ngebett berupa Bonus Deposit 10% khusus Sportsbook di ajang Piala Dunia 2018

4 Pemain Ini Membela Negara Lain Padahal Lahirnya Di Prancis

4 Pemain Ini Membela Negara Lain Padahal Lahirnya Di Prancis

4 Pemain Ini Membela Negara Lain Padahal Lahirnya Di Prancis

Ada fakta yang sangat menarik dibahas setelah prancis keluar menjadi juara piala dunia 2018. Sebagaian besar skuatnya adalah pemain imigran dan keturunannya afrika. Walaupun seperti itu, mereka adalah warga negara lahirnya di prancis.

Hal ini ada sisi unik bagaimana beragam hal yang melatar belakangi yang pada akhirnya menjadi generasi emas timnas prancis. Juara tahun ini adalah tropi keduanya setelah piala dunia tahun 1998.

Akan tetapi dibalik itu, ada fakta menarik dengan beberaoa pemain top yang lahirnya diprancis namun mereka memiliki untuk membela di negara lain. Di bawah ini untuk lebih jelasnya:

Medhi benatia membela maroko

Benatia yang sekarang bermain di klub juventus adalah pemain yang lahirnya di prancis. Dia pernah membela timnas prancis U-18, sebelum pada akhirnya membeli maroko yang merupakan negara dari ayahnya.

Benantia sendiri mulai kariri bersama klub prancis yaitu mersaille. Untuk debut pertama dengan maroko dimulai tahun 2008. Pemain yang usianya 31 tahun ini pernah membela di klub besar seperti munchen, roma sebelum menjadi milik sah juventus.

Pada piala dunia 2018, maroko harus gugur pada fase grup setelah mengumpulkan hanya satu poin saja dengan hasil imbangnya melawan tim matador spanyol. Sedangkan dua pertandingan lain kalah dengan skor 1-0 dari portugal dan iran.

Wahbi khazri membela tunisia

Nama satu ini memang asing. Akan tetapi dia adalah pemain yang tampil pada piala dunia tahun ini di timnas tunisia meski lahirnya di prancis.

Yang unik adalah tahun 2009 dia bagian di timnas tunisi U-20. Tahun 2012 dia pindah membela prancis U-21. Di tahun 2013 dia memilih kembali di negara nenek moyangnya.

Untuk penampilannya di tunisia cukup aktif. Dia mampu mencetak 14 gol di 38 pertandingan. Piala dunia 2018 dia mencetak 2 gol.  Satu gol di timnas belgia dan satu gol di timnas panama.

Kalidon koulibaly membela senegal

Jika pemain satu ini tidak memilih masuk di timnas senegal, maka dia pasti menjadi tim yang menjuarai piala dunia 2018. Di tahun 2015 dia memilih untuk membel di negara aslinya. Sedangkan saat itu, pelatih prancis sudah memanggil untuk membela timnas prancis.

Pemain yang usianya 27 tahun ini pernah membela prancis U-20 11 kali. Ada hal yang sangat menarik setelah debutnya dengan senegal. Deschamps mengirim tim yang mencari bakat untuk melihat sisi permainan. Tanpa disadari dia sudah tidak mampu menjadi bagian dari timnas prancis.

Gonzalo higuain membela argentina

Ayahnya pernah membela salah satu klub di prancis. Stade brestois ketika dirinya lahir, akan tetapi mereka pindah di argentina ketika higuain masih berumur 10 tahun dan pendidikan sepak bola dilanjutkan di rivel plate.

Di tahun 2006, pada saat itu manager prancis, domenech pernah masukkan nama higuain pada skuat senior prancis. Akan tetapi ayahnya lalu menyebut apabila dia belum siap memutuskan negara mana yang akan dibela.

Di prosesnya, dia lebih memilih untuk membela timnas argentina yang menjadikan pemain asing ketiga yang membela di sana. Dia sendiri sudah membela argentina sendiri sebanyak 75 pertandingan dan berhadil cetak 31 gol. Dia di posisi keenam sebagai pemain yang paling banyak cetak gol untuk argentina di belakangnya aguero dan lionel messi.

Demikianlah beberapa pemain yang membela negara lain padahal untuk tempat kelahirannya di prancis. Memang unik namun itu pada kenyataannya tidak bisa diperkirakan sebelumnya.